Kamis, 23 Maret 2017

Joged Bumbung

  Joged Bumbung adalah tarian joged yang di iringi oleh bumbung atau gamelan bambu, joged bumbung kadangkala di samakan dengan tari bumbung yang masih ada pada saat ini di daerah Tabanan.sekalipun sama-sama memakai bumbung bentuk pertunjukan joged bumbung dengan tari bumbung sangat menonjol perbedaanya.sekedar untuk diketahui bahwa tari bumbung ini juga merupakan tarian rakyat yang diiringi dengan gamelan bumbung bambu yang tidak tentu larasnya.jumlah bambu berkisaran lima sampai enam nada yang dimainkan dengan jalan memukul mukulkan pangkalnya pada sebuah batang kayu ataupun di tanah.

  Joged bumbung di Bali pertama kali muncul di daerah Bali utara sekitaran tahun 1940 yang kemudian berkembang dengan cepat keseluruh pelosok pulau Bali.Tarian ini dinamakan joged bumbung karena mempunyai gerakan tari yang aksentuasinya di ikat oleh aksentuasi gambelan tingklik bumbung yang belaraskan selendro. Barungan gamelan ini disebut gambelan gegrantangan.gerak tari joged bumbung sangatlah lincah.demostrativ,erotis dan dinamis ysng kadang kala cabul.meskipun demikian  dalam joged bumbung ini masih ada unsur-unsur gerak tari bali klasik seperti ngeleyog,ngeleyer,gelatik mapah dan lain sebagainya namum sudah diterjemahkan kedalam unsur pejogedan.Penari Joged bumbung biasanya mengenakan busana yang terdiri dari kain,sabuk,baju kebaya,ikat pinggang,oncer dan gelungan joged.di beberapa tempat busana joged bumbung sudah ada yang disamakan dengan busana legong kraton.

  Joged Bumbung biasanya dipentaskan dalam acara-acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti acara pernikahan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita, yang kemudian mencari pasangan pria dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian ini awalnya adalah sebuah tarian pergaulan yang diciptakan oleh para petani kala itu untuk menghibur dikala sedang istirahat setelah bekerja di lumbung. Tarian ini pun banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi sebuah kelompok-kelompok seni. Persaingan yang tidak sehat mengakibatkan para kelompok-kelompok tari berinovasi dengan berbagai hal termasuk memasukkan unsur menarik dan seni yang sangat menarik kedalam tariannya. Dan bagusnya tarian yang awalnya dibuat dengan sederhana kemudian dikenal masyarakat dengan tarian pergaulan asal Bali .

Minggu, 05 Maret 2017

Tugas Fisika

BAB 1

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

  Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Kata Fluida mencakup zat car, air dan gaskarena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda-benda keras atau seluruh zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. 

  Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam di dalamnya. Setiap hari pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut mengapung di atasnya. Demikian juga kapal selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. Air yang diminum dan udara yang dihirup juga bersirkulasi di dalam tubuh manusia setiap saat meskipun sering tidak disadari.

  Cairan adalah salah satu jenis fluida yang mempunyai kerapatan mendekati zat padat. Gas juga merupakan fluida yang interaksi antar partikelnya sangat lemah sehingga diabaikan. Fluida dapat ditinjau sebagai sistem partikel dan kita dapat menelaah sifatnya dengan menggunakankonsep mekanika partikel. Apabila fluida mengalami gaya geser maka akan siap untuk mengalir. Berdasarkan uraian diatas, maka pada laporan ini akan dibahas mengenai fluida statis.

B.DASAR TEORI

  Fluida statis adalah fluida yang tidak bergerak. Dalam percobaan kali ini ada hubungannya dengan fluida statis. Hukum fluida statis dalam percobaan ini menggunakkan hukum Archimedes. Besarnya gaya Archimedes dirumuskan sebagai berikut:

FA =a.g. Vt

Keterangan :


FA    : gaya tekan ke atas ( N )
a       :massa jenis fluida ( kg/m3 )
Vt     :volume fluida yang dipindahkan atau volume benda tercelup
g       : percepatan gravitasi ( 10 m/s2)

BAB 2

PELAKSANAAN

1) alat dan bahan :

1.tisu
2. baskom
3.air
4. silet

2) cara kerja:

1. pertama siapkan baskom, silet , dan tisu
2.isi baskom dengan beberapa ml air
3.letakkan silet di atas tisu
4.Lalu, letakkan pada baskom yang berisi air
5.tisu yang terkena air lama kelamaan akan tenggelam
6.silet dalam keadaan mengapung karena tekanan dari air lebih besar dari silet.

BAB 3

PENUTUP

C.LAMPIRAN

data hasil percobaan :

gambar 1
gambar 2
gambar 3
gambar 4