Kamis, 11 Mei 2017

TUGAS PKN

KONFLIK YANG TERJADI DI BENUA AMERIKA

1.) Perang di Pasifik/perang saltpeter, Penyebab Hilangnya Wilayah Laut Bolivia



Bila kita melihat peta Amerika Selatan, maka kita akan mendapati Bolivia &Paraguay sebagai negara Amerika Selatan yang tidak memiliki wilayah laut. Namun jika ditelusuri hingga ke abad ke-19, sebenarnya Bolivia saat itu masih memiliki wilayah laut. Lantas, kenapa sekarang Bolivia tidak lagi memiliki wilayah laut? . 
Perang di Pasifik (War of the Pacific; Guerra del Pacifico) adalah konflik bersenjata yang berlangsung pada tahun 1879 - 1883 antara Chili melawan Bolivia & Peru. Selain dengan nama "Perang di Pasifik", perang ini juga dikenal dengan nama lain "Perang Saltpeter".

RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran

- Waktu : 1879 - 1883

- Lokasi : Bolivia, Peru, Samudera Pasifiktenggara

2. Pihak yang Bertempur

(Negara)  -  Chili melawan (Negara)  -  Bolivia, Peru

3. Hasil Akhir

- Kemenangan pihak Chili

- Wilayah Chili di sebelah utara bertambah luas

- Wilayah Peru di sebelah selatan bertambah sempit

- Bolivia menjadi negara tanpa wilayah laut

4. Korban Jiwa

- Chili : 2.825 tewas

- Bolivia & Peru : 10.000 tewas / terluka


-) PENYEBAB

Gurun Atacama adalah gurun di wilayah Amerika Selatan bagian barat yang terkenal sebagai salah satu tempat terkering di dunia. Kondisi kering dari Gurun Atacama & lokasinya yang berada dekat dengan laut di lain pihak membuat gurun tersebut kaya akan mineral nitrat yang merupakan hasil dari penumpukan saltpeter & guano (kotoran burung laut yang banyak digunakan sebagai pupuk). Sebagai akibatnya, Gurun Atacama pun mulai menjadi rebutan dari Chili & Bolivia yang sama-sama mengklaim kalau Gurun Atacama berada di wilayah negaranya.Tahun 1866, Chili & Bolivia menandatangani "Traktat Perbatasan" sebagai solusi atas persengketaan wilayah Gurun Atacama yang kaya mineral. Dalam traktat tersebut, Gurun Atacama dibagi menjadi 2 dengan garis lintang selatan 24 derajat sebagai batas antara wilayah kedua negara. Traktat tersebut juga menjamin kalau orang-orangdari kedua negara bebas menambang mineral dari wilayah kaya mineral di GurunAtacama, namun hasil penambangannya akan dibagi sama rata untuk masing-masing negara. Pasca disahkannya traktat tersebut, perusahaan-perusahaan Chili pun mulai melakukan penambangan mineral di wilayah Bolivia.Tahun 1873, Peru & Bolivia menandatangani perjanjian militer rahasia di mana dalam kesepakatan tersebut, kedua negara akan saling bantu jika salah satu dari Bolivia atau Peru terjerumus ke dalam perang. Ada indikasi kalau perjanjian tersebut ada untuk melemahkan Chili karena baik Peru maupun Bolivia sama-sama memiliki masalah tersendiri dengan Chili, salah satu negara termodern di Amerika Selatanpada waktu itu. Jika Peru khawatir akan peningkatan kekuatan armada laut Chili, Bolivia ingin mencari cara agar bisa mendapatkan pemasukan lebih dari wilayah kaya mineralnya yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan penambangan Chili.Tahun 1878, pemerintah Bolivia mengenakan pajak tambahan kepada perusahaan-perusahaan penambangan Chili yang beroperasi di wilayahnya. Ketikaperusahaan-perusahaan Chili menolak untuk membayar, pemerintah Bolivia pun menyita & melelang aset-aset milik perusahaan Chili. Tindakan pemerintah Bolivia tersebut mengundang kemarahan pemerintah Chili yang menuduh Bolivia melanggar Traktat Perbatasan & mengklaim kalau traktat yang bersangkutan melarang kenaikan pajak secara sepihak. Sebagai tindakan lebih lanjut, pemerintah Chili pun mengirim armada lautnya untuk menguasai kota pelabuhan Antofagasta, Bolivia, tanpa pertumpahan darah.Tindakan Chili menduduki Antofagasta lantas membuat Bolivia menyatakan perang kepada Chili sambil mengajakPeruuntuk ikut serta. Peru yang terikat perjanjian dengan Bolivia pada mulanya berusaha mencari solusi damai atas konflik Bolivia & Chili karena tidak ingin ikut terseret dalam perang. Awalnya Chili berharap Peru bisa menjadi pihak penengah yang netral dalam konfliknya dengan Bolivia. Namun begitu perjanjian militer rahasia antara Bolivia & Peru bocor ke publik, Chili tidak lagi percaya pada netralitas Peru & memutuskan untuk ikut menyatakan perang kepada Peru di tahun 1879.

-) CARA PENYELESAIAN

Berdasarkan perjanjian damai antara Chili&Perudi tahun 1883, Provinsi Tacna & Arica menjadi milik Chili. Namun, kekuasaan Chili atas Provinsi Tacna sendiri tidak bertahan lama setelah di tahun 1929, Chili sepakat untuk menyerahkan kembali provinsi tersebut ketangan Peru. Sebelumnya di tahun 1884, Chili juga meresmikan perjanjian damai dengan Bolivia di mana berdasarkan perjanjian tersebut, seluruh wilayah pantaiBolivia menjadi milik Chili sehingga sejak saat itu, Bolivia praktis menjadi negara tanpa wilayah laut.Peta dari negara-negara Amerika Selatansebelum & sesudah Perang di Pasifik.Perang di Pasifik yang berlangsung selama 5 tahun mengakibatkan sekitar 12 ribu orang tewas di mana 10 ribu di antaranya berasal dari kubu Peru & Bolivia. Pasca perang, Chili tidak hanya mengalami pertambahan luas wilayah, tapi juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat berkat pajak dari perusahaan-perusahaan penambangan mineral yang beroperasi di wilayah baru tersebut. Fenomena pertumbuhan ekonomi yang pesat tersebut berlangsung selama sekitar 4 dekade & sesudah itu, pertumbuhan ekonomi Chili mulai tersendat sebagai akibat dari jatuhnya harga fosfat pada permulaan abad ke-20.Bagi Bolivia, Perang di Pasifik dianggap sebagai aib karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perang ini membuat Bolivia tidak lagi memiliki wilayah laut. Walaupun Chili sejak tahun 1904 sudah setuju untuk membiarkan pelabuhan lautnya digunakan oleh Bolivia,hal tersebut masih dianggap belum cukup& hingga sekarang Bolivia selalu mencari cara agar bisa mendapatkan kembali wilayah pesisirnya yang hilang seusai perang. Di pihak Peru, Perang di Pasifik juga menimbulkan sentimen kebencian tersendiri terhadap Chili karena dalam perang tersebut, banyak penduduk lokal Peru yang kehilangan nyawa & harta bendanya.

-) OPINI 

2.) PERANG ARGENTINA - BRAZIL YANG MELAHIRKAN NEGARA URUGUAY

Argentina & Brazil adalah nama dari 2 negara terbesar di Amerika Selatan. Jika Argentina dulunya merupakan koloni Spanyol, maka Brazil merupakan bekas jajahan Portugal. Sebagai negara besar yang saling bertetangga, Argentina & Brazil sekarang dikenal memiliki hubungan yang harmonis sambil bersaing secara sehat. Namun jika kita mundur hingga kurang lebih 2 abad sebelumnya, kondisinya berbeda karena di masa itu, Argentina & Brazil sempat terlibat perang akibat masalah perebutan wilayah.Perang Argentina-Brazil (Argentine-Brazilian War; Guerra Argentino-Brasilena) adalah sebutan untuk konflik bersenjata antara Kekaisaran Brazil melawan Serikat Provinsi Rio de la Plata (nama resmi negara Argentina pada masa itu) pada tahun 1825 - 1828. Selain dengan nama Perang Argentina-Brazil, perang yang sama juga dikenal dengan nama "Perang Cisplatina" (Cisplatine War; Guerra del Cisplatina) karena penyebab utama perang ini adalah akibat memperebutkan wilayah Cisplatina yang saat itu merupakan bagian dari Brazil. Seusai perang, Cisplatina dijadikan negara tersendiri & kita sekarang mengenalnya dengan nama "Uruguay".

-)PENYEBAB

Daerah yang sekarang dikenal dengan nama Uruguay awalnya dikenal dengan nama "Banda Oriental" (Tepi Timur; Eastern Bank) & merupakan bagian dari koloni Spanyol yang bernama "Rio de la Plata" sejak abad ke-18. Walaupun kecil, Banda Oriental merupakan daerah yang strategis karena terletak di muara Rio de la Plata & terhubung langsung ke Sungai Uruguay yang cukup lebar untuk dapat dilayari. Bukan hanya itu, Banda Oriental juga memiliki tanah yang subur & banyak ditanami tanaman pangan.Peta lokasi Uruguay & muara Rio dela Plata (River Plate).(Sumber)Kombinasi dari hal-hal tadi lantas menarik Portugal untuk menguasai Banda Oriental.Tahun 1816, Portugal akhirnya benar-benar menginvasi Banda Oriental & berhasil menguasai daerah tersebut pada tahun 1820. Oleh Portugal, nama "Banda Oriental" diganti menjadi "Cisplatina" & digabungkan ke wilayah Brazil. Bergabungnya Banda Oriental / Cisplatina ke Portugal juga diikuti dengan bermigrasinya belasan ribu penduduk Banda Oriental ke wilayah Rio de la Plata karena sebagai keturunan imigranSpanyol, mereka tidak ingin dipimpin oleh orang Portugis.Status Cisplatina sebagai wilayah milik Portugal tidak berlangsung lama setelah pada tahun 1822,Brazilmelepaskan diri dari Portugal. Tiga tahun berselang, gilirankoloni Rio de la Plata selaku cikal bakal negara Argentina modern yang memerdekakan diri dari tangan Spanyol. Merdekanya kedua daerah tadi lantas diikuti dengan mengapungnya kembali masalah mengenai sengketa Cisplatina. Rio de Plata ingin menjadikan Cisplatina sebagai bagian dari wilayahnya, namun niat pemerintah Rio de la Plata terganjal oleh fakta kalau militer mereka masih belum padu & kondisi domestik Rio de la Plata sendiri sedang bermasalah akibat adanya konflik antara kubu pro-sentralisasi (unitaris) pemerintahan melawan kubu pro-otonomi daerah (federalis).Sudah disinggung di 2 paragraf sebelumnya kalau ditaklukannya Cisplatina oleh Portugal juga diikuti oleh mengungsinya sejumlah penduduk Cisplatina ke wilayah Rio de la Plata. Sebagian dari para pengungsi ini kemudian membentuk kelompok bernama"33 Orientales" dengan harapan bisa membebaskan Cisplatina lewat jalur militer & kemudian menggabungkannya dengan wilayah Rio de la Plata. Pemerintah Rio de la Plata memberikan dukungan material & politik kepada 33 Orientales dengan harapan bisa mengakhiri kekuasaan Brazil atas Cisplatina tanpa harus menerjunkan pasukan secara langsung di medan perangnya.

BERJALANNYA PERANG


Bulan April 1825, pasukan 33 Orientales menyerbu wilayah Cisplatina dari arah Rio de la Plata. Di sana, mereka berhasil menarik penduduk setempat yang tidak menyukai kepemimpinan Brazil untuk turut bergabung bersama mereka & berhasil mengalahkan pasukan Brazil di sepanjang rute yang mereka temui. Ketika 33 Orientales merasa sudah berhasil memantapkan kedudukannya di Cisplatina, pada tanggal 25 Agustus para anggota 33 Orientales memproklamasikanbergabungnya Cisplatina ke Rio de la Plata. Proklamasi tersebut jelas ditolak oleh Brazil. Bahkan pada bulan Desember 1825, Brazil langsung menyatakan perang kepada Rio de la Plata.Keluarnya pernyataan perang dari Brazil membuat pemerintah Rio de la Plata kelabakan karena militer mereka di atas kertas lebih lemah dibandingkan militer Brazil. Angkatan lautnya baru dibentuk menjelang keluarnya pernyataan perang dari Brazil. Jumlah kapal yang mereka milik pun tidak sebanyak kapal milik Brazil.Hampir separuh tentara Rio de la Plata aslinya adalah rakyat biasa yang direkrut secara paksa & hanya menerima pelatihanseadanya. Kondisi persenjataan militer Rio de la Plata juga tidak kalah mengenaskan. Dari 1.331 buah senapan yang tersedia, hanya kurang dari 60 buah senapan yang masih layak pakai.Di pihakBrazil, tidak lama setelah mengeluarkan pernyataan perang, Pedro I selaku pemimpin Brazil memerintahkan armada lautnya untuk melakukan blokade ke muara Rio de la Plata karena kota-kota penting seperti Buenos Aires & Montevideo menjadikan muara tersebut sebagai jalur utama bagi kapal-kapalnya untuk keluar masuk menuju Samudera Atlantik. Di darat, awalnya pasukan Rio de la Plata kewalahan meladeni pasukan Brazil yang lebih disiplin. Namun setelah pemerintah Rio de la Plata melakukan penarikan uang secara massal dari rakyatnya, militer Rio de la Plata mendapatkan bantuan logistik yang mereka butuhkan untuk mengimbangi pasukan Brazil. Bukan hanya itu, setiap kali mereka berhasil mengalahkan pasukan Brazil dalam suatu pertempuran, mereka bisa memanfaatkan stok persenjatan yang ditinggalkan pasukan Brazil.Bulan Februari 1827 merupakan titik balik dalam Perang Argentina-Brazil di front laut. Di dekat Pulau Juncal yang terletak disebelah utara muara Rio de la Plata, armada Brazil yang datang dari arah utara terlibat pertempuran dengan armada Rio de la Plata. Karena kapal-kapal Rio de la Plata lebih mahir dalam melakukan manuver sambil menjaga formasi tempurnya, pertempuran tersebut berakhirdengan kekalahan telak armada Brazil & kegagalan Brazil memperoleh kendali penuh atas muara Rio de la Plata & SungaiUruguay. Sudah jatuh tertimpa tangga, 12 dari 17 kapal perang Brazil yang terlibat dalam pertempuran tersebut juga berpindah tangan ke pihak Rio de la Plata.Peta mengenai Pertempuran Monte Santiago. Kemenangan dalam Pertempuran Juncal jelas melambungkan kepercayaan diri pasukan Rio de la Plata, namun tidak lantas membuat armada mereka menjadi superior & tak terkalahkan. Bulan April 1827, armada Rio de Plata harus menelan pil pahit setelah mereka berhasil dikalahkan oleh armada Brazil dalam Pertempuran Monte Santiago di dekat Buenos Aires karena armada Brazil ungguljauh dalam hal jumlah kapal. Pasca pertempuran ini, kondisi di front laut bisa dikatakan berimbang. Armada Rio de Platamenguasai wilayah Sungai Uruguay & sisi utara muara Rio de la Plata, sementara armada Brazil menguasai kawasan laut lepas di sekitar muara Rio de la Plata.Di Rio de la Plata sendiri, kombinasi dari tersedotnya anggaran negara untuk membiayai perang & memburuknya perekonomian negara akibat blokade armada Brazil membuat presiden Bernardino Rivadavia terpaksa meletakkanjabatannya pada bulan Juli 1827. Turunnya Rivadavia lantas diikuti dengan berubahnya Rio de Plata dari yang awalnya negara kesatuan menjadi konfederasi banyak provinsi dengan gubernur provinsi Buenos Aires sebagai pemimpin tertingginya. Posisi gubernur Buenos Aires sendiri saat itu dipegang oleh Manuel Dorrego. Dalam menyikapi Perang Argentina-Brazil ini, langkah pertama yang ditempuh Dorrego pasca lengsernya Rivadavia adalah melakukan perundingan damai dengan Brazil.

-) CARA PENYELESAIAN

Perundingan damai antara Brazil & Rio de la Plata turut melibatkan perwakilan Inggris sebagai fasilitator karena Inggris memiliki kepentingan komersial atas pelabuhan-pelabuhan dagang di muara Rio de la Plata. Hasilnya, pada bulan tanggal 27 Agustus 1828, dicapailah Traktat Montevideo sebagai kesepakatan damai antara keduanya. Berdasarkan traktat tersebut, Cisplatina akan dijadikan negara merdeka dengan nama "Republik Oriental Uruguay". Namun baik Brazil maupun Rio de la Plata / Argentina memiliki hak untuk ikut terlibat dalam proses pengesahan konstitusi Uruguay & tetap memiliki pengaruh atas politik domestikUruguay hingga akhir abad ke-19.Tujuan 33 Orientales memerangi Brazil bukanlah untuk menjadikan Cisplatina sebagai merdeka, tapi untuk menyatukan Cisplatina dengan Rio de la Plata. Kendati demikian, karena pemberontakan yang dilakukan 33 Orientales menjadi titik awal dari perang yang akhirnya melahirkan kemerdekaan Uruguay, rakyat Uruguay di masa kini tetap mengenang 33 Orientales sebagai pahlawan nasional pejuang kemerdekaan negaranya. Sementara di Argentina, tokoh-tokoh yang terlibat dalam front laut Perang Argentina-Brazil menjadi sumber inspirasi untuk menamai kapal-kapal milik militer Argentina sekarang ini. Di Brazil sendiri, perang ini bukanlah perang yang populer & pamornya masih kalah dibandingkan dengan perang kemerdekaan serta Perang Aliansi Tiga.

-) OPINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar